Cute Box Bear Autumn Falling Leaves D.Ayu.S

Senin, 30 Desember 2013

lirik lagu Nidji-Sumpah dan Cinta Matiku

Selama nafas ku berhembus
Hanya kamu didekatku
Selama mataku memandang
Hanya kamu cinta matiku

Dengarlah dunia
Rintihan hatiku
Yang terbalut dengan do’aku
Inilah sumpahku
Dengarlah dunia..

Sumpah mati sumpah(sumpah)
Sumpah mati (sumpah mati)
Sumpah mati aku, hanya untukmu

Dengarlah dunia rintihan hatiku
Yang terbalut dengan doaku
Inilah sumpahku dengarlah dunia

Cinta kan selalu abadi
Walau takdir tak pasti
Kau selalu di hati
Cinta matiku
Seraya aku berdoa
Merayakan cinta
Kau selaluku jaga

Sumpah mati sumpah(sumpah)
Sumpah mati(sumpah mati)
Sumpah mati aku, hanya untukmu

Cinta kan selalu abadi
Walau tak dir tak pasti
Kau slalu di hati
Cinta matiku
Seraya aku berdoa
Merayakan cinta
Kau selalu ku jaga

Sumpah matiku (sumpah sumpah)
Sumpah mati (sumpah mati)
Sumpah mati aku, hanya untukmu

Sumpah sumpah
Sumpah mati(sumpah mati)
Sumpah mati aku, hanya untukmu

Sumpah sumpah
Sumpah mati(sumpah mati)
Sumpah mati aku, hanya untukmu
Hanya untukmu, hanya untukmu

Jumat, 27 Desember 2013

Motivasi Hidup

-Seringkali impian terbesar kita dapat ditemukan dalam ketakutan terbesar kita.

-Semakin kita merasa bijak harusnya membuat kita semakin menyadari bahwa ada banyak hal yg belum kita ketahui dlm hidup ini.

-Keberhasilan atau kegagalan kita dalam pencapaian biasanya berkaitan dengan kemampuan membina hubungan antar sesama.

-Kebanyakan orang berhasil bukan karena mereka ditakdirkan, melainkan karena mereka menetapkan hati untuk itu.

-Investasi yg terbaik adalah investasi pada diri kita sendiri berupa pengetahuan dan skill.

-Jabatan yg tinggi tanpa disertai Attitude (sikap & karakter) yg baik, akan menghancurkan kehidupan seseorg sampai titik yg paling rendah.

-Salah satu musuh kemajuan diri kita adalah Comfort Zone.

-Nikmati hal-hal kecil dlm hidup ini, karena mungkin suatu hari kita baru menyadari itu adalah hal besar.

-Untuk mampu meraih pencapaian yg lebih besar dari sekarang, kita perlu memperbesar kapasitas diri kita.

-Beberapa orang hidup dlm penjara yg membatasi dirinya namun bukan penjara besi melainkan penjara pikirannya sendiri.

-Kemampuan mengerti atau memahami orang lain salah satu kunci sukses dlm menjalin hubungan.

-Ucapkan dlm doa kita setiap hari bahwa saya perlu Engkau Tuhan dlm seluruh aspek hidup saya.

-Apabila kita memiliki kebesaran hati maka kita tdk akan mudah marah, kecewa dan tersinggung.

-Keberhasilan dlm hidup tidak datang dgn sendirinya, kita yg harus pergi meraihnya.

-Pastikan diri kita dikenal sebagai sumber solusi bukan sumber masalah.

-Jangan biarkan kemajuan diri kita dihalangi oleh kebiasaan-kebiasaan buruk.

-Upgrade terus kualitas diri kita, agar kita senantiasa memiliki nilai tambah.

-Di dalam diri kita sudah diberikan Tuhan kemampuan yg sangat hebat utk kita gunakan secara maksimal.

-Komitmen dan konsistensi ke sasaran yg tepat akan membuahkan hasil.

-Nyatakan hari ini bahwa "Tuhan aku perlu tuntunan-Mu senantiasa dlm seluruh aktivitasku hari ini."

-Seandainya saja kita selalu benar-benar berpikir sebelum bertindak pasti penyesalan jarang terjadi.

-Jika kita selalu menantikan kondisi yang sempurna maka kita tidak akan pernah melakukan apapun.

-Orang yg rendah hati akan belajar lebih banyak ketimbang orang yg arogan.

-Sukses bukanlah final, gagal bukanlah fatal; dan keberanian untuk melanjutkan adalah hal yang paling utama.

-Tidak masalah bagaimana lambatnya Anda berjalan. Yang penting Anda tidak berhenti.

-Dua puluh tahun dari sekarang, Anda akan lebih kecewa terhadap hal-hal yang tidak Anda lakukan, daripada hal-hal yang telah Anda lakukan.

-Kebanyakan orang berhasil bukan karena mereka ditakdirkan, melainkan karena mereka menetapkan hati untuk itu.

-Ketika rintangan meningkat, Anda bisa mengubah arah menuju sasaran Anda, tapi jangan mengubah keputusan Anda untuk mencapainya.

-Sukses tidak begitu diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam hidupnya, tapi dari rintangan yang berhasil dilaluinya ketika mereka berusaha mencapai kesuksesan.

-Perubahan adalah hukum kehidupan. Dan orang yang hanya melihat ke masa lalu atau masa sekarang pasti akan melewatkan masa depan.

-Masalah adalah kesempatan bagi Anda untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan.

-Jangan biarkan kekecewaan hari kemarin mengalihkan impian hari esok.

-Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmen mereka terhadap kesempurnaan, terlepas dari apapun bidang yang mereka pilih.

-Keinginan adalah kunci dari motivasi, tapi ketetapan hati dan komitmen yang akan membawa Anda mencapai sukses.

-Anda harus bangun setiap pagi dengan tekad untuk sukses, bila Anda ingin tidur dengan penuh kepuasan.

-Rahasia sukses adalah konsisten terhadap tujuan Anda setiap harinya.

-Harga untuk sukses adalah kerja keras, dedikasi, dan ketetapan hati bahwa kita telah memberikan yang terbaik untuk pekerjaan kita.

-Perbedaan antara "Yang Tidak Mungkin" dan "Yang Mungkin" terletak di dalam tekad seseorang.

-Jagalah diri Anda agar selalu bersih dan terang; Anda adalah jendela, dimana melaluinya-lah, Anda akan melihat dunia.

Kesempatan yang Kau Sia siakan

Aku adalah seorang remaja yang bisa dibilang sukar jatuh cinta, karena menurut ku pacaran itu tidak ada gunanya namun kali ini saat aku menemukan sosok Tama rasanya pikiran itu sinar begitu saja.

Aku masih ingat betul bagaimana pertemuan itu dimulai, ketika aku pulang sekolah bersama dengan Riani, Nani, Okta kamu pulang dengan bus, jadi terpaksa aku kami harus menunggu dihalte. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya ada juga bus yg berhenti. Saat ku masuk ke dalam bus itu ku temukan sesosok lelaki yang bisa dibilang cukup ganteng, aku masih terpana melihat ke arahnya, sementara ke tiga sahabat ku telah menghampiri cowok itu. “ tama.” Sapa Riani. Tama hanya membalas dengan senyuman saja. “ Tumben kamu naik bus?” Tanya Okta pada Tama.
“Tadi aku gak bawa motor.” Jawab Tama.

Nani menarik tangan ku untuk berkumpul dan berbincang- bincang bersama. Riani memperkenalkan ku pada Tama, tapi perkenalan singkat itu mendapat respon yang kurang baik dari Tama. Sifatnya begitu dingin dan dia juga tidak banyak bicara. Membuat ku agak sedikit malas ngobrol dengannya.
Selang dari 3 hari setelah pertemuan itu.

Ku lihat ke 3 sahabatku telah berkumpul dikelas. “ hy guys!” sapa ku pada mereka.
“hai juga. Aan sini buruan ada berita baik ni!” kata Riani.

Aku pun mengampiri mereka, “ Apa berita baiknya?” tanyaku.
“ An, kamu mau tau gak hari ini kita bakalan punya teman baru lo.” Kata Riani dengan nada bicara sedikit bangga dengan hal itu.
“Bagus dong.”jawabku sekedar basa basi.
“iya dong. Kamu mau tau gak dia siapa?” Timpal Okta.

Belum sempat aku menjawab, Nani sudah terlebihi dahulu menjawab “ Murid baru itu adalah...”
Riani buru buru meneruskan kata kata Nani sebelum dia melanjutkannya,” Tama”. Aku meninggalkan mereka karena aku males banget mendengarkan cerita seperti itu.
Bel masuk berbunyi, dan apa yang ditunggu tunggu ke 3 sahabatku akhirnya datang juga, sebenarnya aku juga menunggu even ini tapi aku males banget sama sifat Tama yang dingin banget. Ibu guru memperkenalkan Tama pada kami dan mempersilakan Tama duduk dikursi yang kosong. “keanapa si Tama harus duduk dikursi itu?” tanyaku di dalam hati sedikit jengkel.

Tama menyapa ku dengan senyum yang manis, membuat rasa kesal ku sirna tanpa bekas Semejak Tama pindah ke sekolah kami dia menjadi begitu perhatian padaku, hingga membuat aku dan sahabat ku bertanya-tanya apa arti semua ini.
“Aan.” Sapa Tama.
“Ada apa?” tanya ku. Tama menarik tangan ku dan membawa ku pergi meninggalkan sahabt ku.
“ Lepasin aku, kamu kenapa si?” tanya ku dengan nada bicara yang tinggi sambil melepaskan genggaman tangan Tama.“Aku cuma mau bilang....” Tama berhenti melanjutkan kata katanya dan meninggalkan ku. “kenapa si? Aneh.” Batinku.

Aku pun kembali ke kelas, karena bel istirahat berakhir sudah berbunyi.
“ kenapa, An?” tanya Riani padaku yang baru sampai dikelas.
“iya, An. Tama ngajakin kamu kemana tadi?” tanya Okta begitu penasaran.
“aduh, satu-satu dong nanyanya, jangan main kroyokan gitu....”
Aku menarik nafas panjang sebelum meneruskan kata-kataku, “Aku juga gak tau dan tadi kami gak kemana-mana kok.”
Tiba-tiba Nani yang sedari tadi diam mengatakan sesuatu yang tak dapat ku percaya,” Mungkin aja Tama suka kamu, An.”

Aku tertawa mendengar itu, tapi Okta malah menjawab, “ mungkin aja.”
“iya, soalnya dia perhatian banget sama kamu...” timpal Riani.

Akhirnya pembicaraan yang membuatku kehilangan kata kata itu berakhir juga.
Mulai saat itu aku mulai menjauhi Tama, karena aku tidak mau mengetauhi kenyataan sebenarnya, tapi semakin keras ku menjauhi Tama malah dia semakin dekat.
Drrrtttt...drrrtttt....
Hp ku bergetar sepertinya ada pesan, ku buka pesan itu

Dari: 08134569xxxx
Assalmualaikum. Apa benar itu AAN?

Setelah ku baca pesan singkat itu, ku balas dengan kalimat yg singkat pula. Ternyata ini nomor Tama, mau ngapain si dia? Tanya ku dalam hati.

Drrrttt...drrrttt...
Pesan dari Tama, sudah hampir puluhan pesan dia kirim padaku, tapi tak satu pun yang aku balas, hingga akhiirnya dia meneleponku.

Tama : “assalammualaikum.”
Aku:”walaikumussalam.”
Tama:”An, kenapa kamu gak bales sms aku?”
Aku:”huuh, memangnya ada pa? Apa ada hal penting?”
Tama:”kamu sore ini kemana?”
Aku:”dirumah aja.”
Tama:”ke taman yuk.”
Aku:”gak males.”

Ku akhiri sudah pembicaraan itu.

Ke esokan harinya disekolah. Tama berjalan menuju ke arahku dan tersenyum,”An, aku mau
“Boleh, ntar ya aku ambilin dulu didalam tas.”

Setelah aku mengambilnya ku berikkan langsung padanya tanpa basa basi lagi.
“besok ya aku pulangin ke kamu.”
“iya.”

Sebenarnya aku tidak ingin bersikap seperti ini, selain menyakiti Tama, juga menyakiti diriku sendiri. Aku menyukai Tama tapi aku takut sakit hati, soalnya aku gak tau pasti bagaimana perasaan Tama yang sesungguhnya padaku.
“An, kamu kok dingin banget sama Tama ada apa si?” tanya Riani padaku.
“gak kok aku Cuma gak mau terhanyut aja dalam situasi ini.”
“Kamu suka Tama, ya?” Timpal Nani.
“gak kok.” Jawabku sambil tertawa.

Akhirnya udah saatnya kami pulang ke rumah, hari ini aku gak langsung pulang tapi aku mampir dulu ke toko buku.

Takku sangka di toko buku aku bertemu Tama, dia tak melihatku ternyata karena dia lagi asyik melihat-lihat buku, ini adalah kesempatanku untuk melihatnya karena telah sekian lama aku tak pernah lagi memperhatikan tingkah laku dia, aku ingin sekali seperti dulu merasakan perhatian Tama dan becanda bareng dia, tapi udahlah ini semua salahku yang menjauhi dia.
“ya, Allah. Tama melirik ke arah ku....” cepat cepat aku berbalik. “hai, An.” sapa Tama.

Aku masih saja diam pura pura tidak mendengarnya. “ An, sombong amad si.” Sapa Tama lagi sambil menepuk bahu, hingga membuat aku terkejut. “h..h..aiii” jawabku agak seddikit gugup. “kamu lagi cari buku apa?”
“lagi cari komik?”
Kami ngobrol sambil mencari komik kebetulan Tama juga lagi nyari komik. Setelah kami menemukan komik yang kami cari, akhirnya kami pulang. Aku pulang dianter sama Tama. “Akhirnya sampai juga dirumah.” Benakku dalam hati.”
Ketika aku hendak keluar dari mobilnya Tama memanggilku, “ An?”
“apa? Apa ada yang tertinggal?”’’’’
“tidak ada. Aku Cuma mau bilang makasih untuk hari ini dan aku ingin kamu yang dulu AAN, bukan yang sekarang. Apakah kamu tidak suka aku? Aku a....” Tama berhenti melanjutkan kalimatnya.
“oh, ya. Ini buku kamu yang aku pinjam tadi.”

Tama langsung melesat meninggalkanku yang masih memikirkan apa arti dari kalimatnya tadi, “apakah sikapku ini begitu keterlaluan untuknya?” tanyaku dalam hati.
Keesokkan harinya di sekolah
Hari ini aku telah berniat untuk tidak lagi menjauhi Tama dan akan seperti dulu lagi. Aku menungu ke datangan Tama di depan pintu kelas. “kamu ngapain si berdiri disini?” Tanya Riani yang baru saja datang
“aku lagi nunggu seseorang.”
“Kamu lagi nunggu siapa? Nungguin Tama,ya?”
“bukan.”
Riani pun meninggalkan ku sendiri disini.

Bel pun telah berbunyi. “kemana si Tama, apa dia gak masuk? Tapi gak biasanya seperti ini? Apa dia sakit?” banyak sekali tanya yang berkenyamuk dalam pikiran ku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada sahabatku “tama gk masuk ya? Apa dia sakit?”
“kamu gak tau?” tanya Okta padaku.
“tau apa?”’’
“Tama udah pindah sekolah?”
“masak si? Kenapa? Pindah kemana? Kenapa dia gak pamit dulu sama aku? Lalu kamu tau dari mana?” tanya ku sambil menahan tangis.
“dia pindah ke luar negeri, katanya mau lupain kenangan disini.” Jawab Riani dengan nada bicara lesu.
“ kalian pasti BOHONGKAN?” tanyaku dengan nada bicara yang tinggi.
“buat apa kami bohong pada kamu?” jawab Nani kesal.
“Apakah sikapku padanya yang mambuat dia pergi?”
“.....” suasana menjadi hening.
“jawab pertanyaanku, tolong.”
Mereka hanya diam tak menjawab pertanyaan ku membuat ku kesal dan aku berlari meninggalkan ke 3 sahabatku, rasanya aku kehilangan seluruh tulangku, “apa semua ini arti dari kata kata Tama kemarin? Tama aku gak bermaksud kayak gini.” Sesalku dalam hati memecahkan air mataku, ku coba untuk menghubungi Tama tapi tak ada jawaba, mungkin bila ditelefon tak bisa maka mungkin akan ada jawaban bila ku kirimkan dia pesan, tapi hasilnya sama saja nihil.

Aku tak menyangka bahwa semuanya jadi seperti ini, ku kira aku bisa merubahnya namun semua hanya menjadi harapan yang tak mungkin jadi kenyataan. “Maafkan aku Tama telah menyakitimu, aku tak bermaksud seperti.”


http://fivanews.blogspot.com/2012/08/cerpen-kesempatan-yang-aku-sia-siakan.html

Jumat, 13 Desember 2013

Cinta Laura-Guardian Angel

  • bahagianya ku punyamu
    berharganya bersamamu
    selalu kan menjaga
    semuanya ini
    semoga kan abadi

    akhirnya ku temukan
    your my guardian angel
    ku mohon selamanya
    seindah ini

    akhirnya ku miliki
    your my guardian angel
    terjawab segalanya
    kau yang ku nanti
    baby i love you
    love you

    bahagianya ada kamu
    berharganya cinta kamu
    selalu kan menjaga semuanya ini
    semoga kan abadi

    you're my angel

    akhirnya ku temukan
    ku mohon selamanya
    seindah ini
    akhirnya ku miliki
    you're my angel
    terjawab segalanya
    kau yang ku nanti
    baby i love you

Rabu, 13 November 2013

Mencintaimu Selalu di Dalam Doaku *Malaikat Kecilku*

                Kriinnggg ……….
                Kringgggg ……….
Bunyi Alarm yang ada di kamarku , terlihat tampak tubuhku yang lemas terbangun dan jatuh dari tempat tidur.
“ Aduh mimpi buruk lagi, syukurlah aku masih terbangun dengan keadaan yang baik, Terimakasih Tuhan untuk hari yang indah ini ” sahutku.
Ronald …. Cepat mandi sudah jam 6.15 nanti kamu terlambat “ Teriak ibu dari dapur sambil memasak dan menyiapkan sarapan pagi.
Aku Segera Mandi, dan Sarapan lalu berangkat ke sekolah.
Namaku Ronald Saat ini aku duduk di salah satu Sekolah Menengah Atas di salah satu kota kecil di Jawa Timur. Saat ini aku duduk di Kelas XII, aku adalah sesosok Pendiam dan Tidak terlalu suka bergaul, tapi aku cukup peduli dengan teman temanku.
Sesampai di Kelas aku disambut oleh sahabat dekatku yaitu Reyhan.
“ heii Ronald, gmana Bro .. ? udah ngerjain? PR apa belum”katanya.
“ sudah.. sudah.. , tapi belum semua Han, semalam aku ketiduran karena terlalu lelah”
Jawabku.
“ iyaa, sudah sana Njoin Punyaku aja , aku tadi sudah dapat dari Rina ..hehehe”
                Seperti Biasa, Kelas XII IPA 6 selalu ramai pada pagi hari untuk mengerjakan Tugas Tugas yang ada, seperti anak anak SMA pada umumnya. Saat itu jam pelajaran akan di mulai. aku duduk di samping Reyhan. Saat ditengah tengah pelajaran FISIKA yang cukup berat dan membosankan Kepalaku Tiba Tiba pusing.
                “Han , Kepala gue pusing nihh,, tolong anter gue ke UKS dong, sebentar aja …..” kataku.
                “Oh iya nal, ayok cepat .. tapi kamu gak kenapa kenapa kan ?? “

               
Akhirnya aku dan Reyhan berangkat ke UKS untuk beristirahat sebentar. Sesampai di UKS aku segera berbaring. Sedangkan Reyhan menunggu sebentar di depan UKS sambil tebar Pesona pada cewek cewek di sekolah. Reyhan memang terkenal sebagai anak yang keren dan banyak sekali cewek2 yang naksir denganya. Tiba tiba ada Teman sekelas mereka lewat, yang mau mampir ke Kantin yaitu Jenny dan Diana.
                “ Jenn …. Mampir sini sebentar lah.. tuh si Ronald sakit masak gak kamu sambangin ?”kata Reyhan sambil tertawa.
                “ Emang kenapa ? apa urusanya sama aku ?” jawab Jenny dengan cuek.
Aku dari dalam mendengar percakapan mereka, memang cukup sedih mendengar itu. Apalagi dengan keadaanku yang kurang sehat seperti ini, dadaku semakin sesak tidak hanya pusing lagi.
Jenny adalah sesosok wanita yang aku kagumi, entah tidak tau mengapa. Itu adalah pertanyaan yang mungkin tidak dapat dijawab. Aku belum pernah mengungkapkan kepadanya. Tapi teman teman sekelas menggosipi aku dengan si dia.
                “Han, kamu tinggal aja .. aku disini sendiri aja.. kamu ikut pelajaran aja …”kataku
                “O yaa nal, yaudah kamu tak tinggal ya cepet sembuh … jangan mikirin jenny terus,haha”
Tidak terasa bel sekolah sudah berbunyi, saat aku keluar UKS aku mendengar seseorang memanggilku ..
                “Nal, Aku duluan ya …. Cepat sembuh …… “
Segera aku menatap dan ternyata dia Jenny, dengan senyumanya yang sangat indah.
                Walaupun hanya sesaat, namun bagiku ini sangat berarti. Dari seseorang malaikat kecil yang Tuhan kenalkan kepadaku. Aku sangat bersyukur semoga ini bisa menjadi sedikit obat bagi sakitku, aku segera mengambil tas di kelas dan segera pulang.
                Beberapa hari kemudian, aku menjalani hari hari ku dengan biasa dan dengan keadaan sedikit membaik.
                Saat itu hari kamis tepatnya, aku segera terbangun dan bersiap siap untuk sekolah. Saat ini yang kurasakan berbeda, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku rasanya aku ingin menyampaikan perasaanku pada si Jenny.
                Setiba di sekolah suasana sepi tidak seperti biasanya, aku segera masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran yang ada. Setelah istirahat waktu pelajaran KIMIA saat itu jam kosong. Aku mengahampiri jenny.
 “Jenn.. ayo keluar sebentar … aku mau ngomong sesuatu” kataku..
“ha ? ngapain nald.. ngomongo disini ae” jawab jenny dengan nada sinis.
“Ayolah… please sekali aja” sahutku dengan nada memohon.
“hmm.. ya udah, sebentar aja ya tapi ….”katanya
Setelah itu didepan kelas, sambil duduk.
                “Nal, kamu mau ngomong apa ? kok tumben amat ? ..”
                “ hm, Apa ya jenn ? ingat smsku kapan hari ga ?”
                “ohh , itu.. iya tapi aku masih gak paham maksudnya “
                “Yaa jenn , langsung aja ya. kita udah lama kenal jenn, tapi aku merasakan hal yang berbeda, aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu. Maaf kalau aku mungkin punya perasaan ini..” kataku.
Setelah aku berkata itu suasana menjedi hening dan sepi, aku dan jenny terdiam. Tiba tiba ada air mata yang jatuh di pipi malaikat kecil itu.
                “Nald …..” Kata Jenny lirih.
                “iya Jenn ada apa … ?”jawabku
                “Maaf Nald sebelumnya, saat ini aku sedang dekat sama seseorang, mungkin sebentar lagi kita akan jadian, terimakasih kamu udah mau menyayangiku sepenuh dan setulus hatimu, n udah banyak ngisi hari hariku akhir2 ini, tapi mungkin ……..” Jenny tidak bisa melanjutkanya ia menangis tersendu-sendu.
                “Sudah jenn, jangan menangis” sambil kupegang tanganya ..
                “aku tau kok, mungkin jawabanya bakal kayak gini .. tapi aku gak nyesel sama sekali kalau aku mencintaimu dan menyayangimu.. ingat jenn, aku selalu ada buat kamu”
                “Iya nal maaf banget .. hiks hiks.. , makasih sekali lagi..:’) “jawanya.
Seketika itu juga setelah mendengar jawaban dari si Jenny hatiku langsung, degg , berubah suasana seketika, dadaku tiba tiba sesak, dan hidungku seketika mengeluarkan darah.
                “ Nal.. kamu kenapa ?? “ Tanya jenny
                “gpp kok jenn, Cuma mimisan mungkin aku hanya kecapekan, ya udah ayo masuk ke kelas udah mau bel..”sahutku.
                Semenjak saat itu aku belajar apa arti ketulusan di dalam setiap kehidupan ini, aku belajar menyayangi orang tanpa imbalan apapun, meskipun sakit.
 aku selalu membawanya dalam setiap doa doaku, semoga Tuhan selalu menyertainya.
                Keesokan harinya keadaanku semakin memburuk, aku ijin tidak masuk sekolah, Ibuku menyarankanku untuk peri ke Dokter di salah satu tempat di kotaku.
                Aku Periksa disana, dites, dan diambil sampel darah. Setelah beberapa jam menunggu, aku mendapatkan hasilnya. Aku sempat tidak percaya dengan hasil yang ada, rasanya aku ingin menangis melihat hasil lab yang ada. Aku ternyata mengidap penyakit Lever.
                “Tuhan, mengapa ? keadaan seperti ini ? jika memang ini jalanMu, ijinkan aku Tuhan untuk bisa menjadi lilin bagi orang di sekitarku, yang mungkin menjadi saat saat yang terakhir” kataku di dalam hati sambil sedikit meneteskan air mata.”
Setelah hari itu, aku sudah beberapa hari tidak masuk sekolah, teman temanku pada menanyakan kabarku, baik melalui sms, facebook, maupun yang lainya, aku jawab aku tidak apa apa hanya sakit demam dan panas. Tetapi hampir selama empat hari selama aku tidak masuk, Jenny tidak sms sama sekali. Sebenaranya aku kecewa, tapi tidak apa apa aku harus tetap bisa memahami.
Keesokan Harinya,
“Ronaal … “ ada suara ramai ramai.
“iyaa …” aku buka pintu Rumahku ternyata teman temanku, datang membesuk aku.
Aku sangat bersyukur karena masih ada teman2 yang peduli padaku, aku dihibur oleh mereka, setidaknya bisa membantuku dalam proses pemulihan ini, namun aku hanya bisa mengela nafas, saat itu jenny tidak juga datang.
Pada malam harinya aku duduk di meja belajarku, seperti biasa aku ingin menyiapkan untuk pelajaran esok hari. Sambil mengisi buku harianku. Tiba tiba, aku pusing, lagi lagi darah menetes dari hidungku. Rasanya aku hampir pingsan.
Dan saat itu tiba tiba, setengah tidak sadar aku melihat sesosok putih dan bersinar.
“Ronald………. “ katanya.
“Iya ? “ jawabku.
“Sepertinya kau sudah menyelesaikan Tugasmu, ayo ikut denganKu….”
“hmm … aku memang sudah lelah, dengan semua ini, tapi beri aku kesempatan sebentar saja untuk menulis sesuatu, aku ingin memberi kenangan indah dan berpamitan dengan baik dengan orang orang yang disekitarku, yang selalu menyayangiku….”
Saat itu.. seketika aku bisa membuka mata, dengan tubuh yang lemah aku ingin menuliskan sebuah surat terakhir untuk seseorang.
Setelah itu aku berdoa, aku berdoa untuk semuanya, untuk orangtuaku, teman temanku, dan tidak lupa untuk orang yang aku sayangi, supaya kelak mereka akan mendapatkan kelancaran di setiap kehidupanya.
“Nall… kamu kenapaa ??? kok hidung kamu berdarah, badanmu panas sekali?” kata ibuku dengan nada khawatir.
“Aku tidak apa apa kok bu.. Cuma kecapekan aja”Jawabku lirih.
“Ayo ke rumah sakit aja.. ibu khawatir dengan keadaanmu …….“
Setelah itu aku langsung dibawa ke rumah sakit.. aku masuk ke UGD, ibuku juga sudah sempat mengabari teman teman dekatku. Reyhan, Sony, dan Nathan langsung datang ke rumah sakit untuk melihat keadaanku, aku bilang ke Reyhan kalau di kamarku aku punya titipan ke Jenny yaitu Sebuah boneka, dan surat kecil. Semalam itu keadaanku mulai membaik.
                Keesokan paginya aku terbangun, aku tidak tahu . rasanya seperti di sebuah taman yang indah, bagaikan alam yang kuimpikan selama ini, sangat indah sekali, rumputnya begitu hijau, aku langsung berbaring disana :). suasana sangat tenang dan indah sekali. Lagi lagi aku bertemu dengan sesosok putih bersinar itu lagi. Ia berkata..
                “Ronall …. Ini sekarang tempatmu.. tugasmu sudah selesai ….. “kataNya.
                Aku terdecak kaget sekali, aku langsung teringat ketika malam hari aku ada di rumah sakit. Tapi aku baru menyadari kalau tugasku di dunia ini mungkin memang sudah berakhir.
                “Tuhan terimakasih….. :’) buat semuanya,…”jawabku. kemudian aku langsung mendekap sesosok orang itu dan aku menangis haru tiada henti.
                Saat itu pula aku melihat suasana di rumah sakit, orang orang terdekatku ada di sekelilingku sambil menangis. Di sana juga ada Jenny. Ternyata pada pagi hari tadi aku mengalami pendarahan dan menyebabkan aku berpulang ke Rumah Bapa.
*epilog
                Sesaat setelah itu jenny terdiam dan menangis sendiri. Ia membaca Surat dan mendekap boneka pemberian Ronald. Di surat itu tertuliskan :
Dear Jenny,
                Jenny Terimakasih…
        Terimakasih kamu sudah menjadi pengisi dalam kehidupanku, dan menjadi seribu alasan
                Untuku tersenyum di setiap kehidupanku….
        Kamu adalah sesosok malaikat kecil yang Tuhan Kirimkan,, untuk menghiasi dunia ini..
                Maaf jika mungkin aku punya perasaan yang sedalam ini..
                Aku tidak tau mengapa , tapi yang jelas aku selalu berusaha menyayangimu..
                Meskipun saat ini mungkin kau ingin lebih berbahagia dengan yang lain…
                Aku rela, karena cinta adalah membiarkan orang yang disayanginya bahagia …
                Aku juga minta maaf, untuk air mata yang sempat menetes di pipimu…
                Aku tahu perasaanmu, kau juga tahu perasaanku, dan Tuhan juga tahu perasaan kita..
                Mungkin, ini kata kata terakhir yang bisa aku sampaikan kepadamu..
                Maaf, jika aku ada salah kepadamu..
                Yang perlu kamu ingat, aku akan selalu menjadikanmu isi dalam setiap doa ku..
                Meskipun kita tidak bisa berjumpa lagi, sampai esok kelak..
                Aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu setulus hatiku..
                Jangan terus bersedih, tugasmu masih banyak,dan hidup harus terus berjalan..

                                “Semoga Tuhan Selalu menyertai malaikat Kecilku.. dan menolong selalu….
Jagai Setiap hidupnya… dan lukiskan kisah indah di Hatinya…..”
               
Teriring salam dan doa…….

                                                                                                                                Yang Menyayangimu,
                                                                                                                                John Ronald Duncan_

_The End_


http://diarydalamhati.blogspot.com/2013/06/cerpen-mencintaimu-selalu-di-dalam.html

Move On ? Bisa Gak

Move On? Gak bisa

“Neisya ” Deg, hati gue serasa ada yang mukul setelah baca PM nya Arya.
“heh, kenapa lo? Galau?” Seru Bella yang tiba tiba nyamperin gue.
“Apaan sih, engga lah. Emang masih musim galau? Iywh”. Gue coba jelasin dengan sedikit bohong. Karena gue memang galau saat itu. Tepatnya sih sakit hati liat PM si Arya mantan gue.
“Bohong lo. Pasti gara gara liat Pmnya si Arya kan, jadi mendadak galau gitu. Haha” . anjirt kenapa si Bella mesti tau kalo gue emang Galau gara gara liat PM nya Arya.
“Apa? Enggak banget lah” gue coba bohong
“Ah masa sih. Bener nih engga? Semua orang udah tau kali mereka pacaran ehh” tambahnya sambil berlari ninggalin gue.
Ah sial kenapa coba gue punya sahabat yang gak bisa ngertiin perasaan sahabatnya sendiri. Gak tau apa gue lagi kesel eh malah di panas panasin. Heuh.

“mau jajan apa Nay?” tanya Bella
“mmm” sesaat kata kata gue terhenti. Gue liat Arya lagi makan berdua sama Si Neisya. Hati gue serasa ada duri yang nancep daleeemm banget.
“heh, bengong lagi. Mau beli apa nonn?”
“eu gak jadi, gue pengen pipis” gue berlari ninggalin Bella. Sebenernya sih gue gak pengen pipis, tapi gue sakit aja kalo terus berlama lama disana sambil nonton si Arya sama Neisya suap suapan kayak di sinetron gitu. Gue coba ke taman belakang. Dan itu tempat yang cocok buat hati gue saat ini. Tapi di taman ini juga Arya nembak gue.
“Nayaa”
“Apa Arya?”
“Kamu sigle yah” katanya basa basi
“Mmm, emang kenapa?” gue sedikit bingung
“Mau gak jadi pacar aku?”
Deg. Hati gue saat itu kayak daun di musim gugur. Luluh. Dan gue pun mengiyakan, karena gue juga udah lama suka sama Arya. Mmm. Tapi itu dulu, sebelum semuanya terjadi. Arya berubah setelah dia tau kalo Neisya sekolah disini. Dia mulai jarang sms gue, ngasih kabar ke gue, dan pulang berangkat bareng gue. Disitu gue mulai curiga. Gue coba jadi informan kenapa arya berubah sikapnya sama gue. Dia ngejauhin gue. Dan yang paling sakit adalah waktu gue buka hpnya Arya dan liat smsnya. Ternyata semua dari Neisya. Darisitu kita bertengkar hebat. Sampai akhirnya.
“Ya udah kita putus Nay!!” kata kata itu terlontar dari mulutnya Arya
Dan sejak saat itu. Kita gak pernah lagi saling sapa. Dan di tempat ini juga gue sering flashback tentang Arya.

“abis dari mana Nay?” tanya Bella yang udah duduk di kursinya.
“WC” gue jawab singkat.
“Di Wcnya gak sambil nangis kan?”
“sial. Enggaklah”
“Tapi airmatanya masih mata tuh, hayo nangis yah” bella terus mendesak gue. Dan memancing gue agar gue jujur, kalo gue abis nangis. Gue coba ambil kaca dan hemm. Mata gue sembab pantesan si bella nanya mulu.
“tuh abis nangis kan” katanya lagi. Gue menganggukan kepala.
“mmm, sabar yaw” bella coba nenangin gue.
“iya udahlah, woles aja Bell” gue tersenyum meski jauh dalam hati gue nangis.
“emang nangis kenapa Nay? Gara gara Arya yah?”
Gue mengangguk lesu.
“kenapa lagi? Cerita Nay”
“gitudeh, udah ah jangan bahas itu. Mmm biologi ada tugas?” gue coba ngalihin pembicaraan.
“gak ada. Nay, lo masih sayang yah sama Arya?” pertanyaan Bella ini bener bener bikin mulut gue bingung buat jawab apa. Gue Cuma diem.
“Nay,jawabbbb” desak Bella.
“Iya, Bell” jawab gue dengan nada sedih.
“Lo, belum bisa moveon?”
“Belum. Sebenernya dari dulu gue udah coba moveon dari dia tapi gak bisa Bell” kini gue mulai serius nyeritain sama Bella.
“kenapa gak bisa?”
“gak tau Bell, mungkin gue terlalu sayang sama Arya”
“Lo udah hapus foto foto lo sama Arya?” bella terus bertanya. Kayak tukang investigasi.
“Belum” jawab gue singkat.
“yah gimana mau moveon kalo lo masih nyimpen foto arya” Bella mendengus kesal.
“Tapi, kalo di buang sayang Bell” gue coba ngejelasin.
“Mmm, ya udah sih. Itu emang lo terlalu sayang sama Arya aja.
 
 https://www.facebook.com/cerpenmu/posts/199100446893094

5 Penyebab Sulit Move On

Katanya, sudah putus dan nggak mau berhubungan lagi. Tapi, nyatanya susah banget nggak mikirin si mantan sehari saja. Jangan-jangan kita belum move on, tuh. Hmm, kenapa bisa begini, ya? Ayo, kita cari tahu penyebabnya.

Masih Menyimpan Barang Pemberian
Setiap barang pemberian mantan pasti punya kenangan. Hadiah-hadiah kecil darinya akan terus mengingatkan kita akan saat-saat masih bersama. Semakin indah memori tersebut, kita makin merasa kehilangan. Kayaknya sudah saatnya mengepak barang-barang pemberian si mantan, deh. Nggak perlu dibuang, cukup ditaruh di tempat yang jauh dari pengelihatan.

Takut Akan Status Jomblo
Nggak mau terima kenyataan kita sudah single lagi. Sudah terbiasa punya pacar yang selalu ada bila kita butuhkan. Takut untuk memulai kehidupan sebagai cewek yang sendiri. Hello, open your eyes! Sendiri bukan berarti hidup kita menyedihkan dan suram, kan? Kita masih punya teman-teman yang bisa diandalkan untuk bantuan. Kita juga bisa coba aktivitas baru yang belum pernah dilakukan. Being single is fun!

Mantan Kelewat Keren
Si mantan ganteng, keren, populer, pintar, dan baik pula. Pokoknya, it boy banget. Rasanya, menyesal harus putus dengan cowok sekeren itu dan pasti susah dapat cowok seperti itu lagi. Eits, buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Sekeren-kerennya cowok pasti ada kekurangannya juga. Masih banyak Prince Charming lain yang siap jadi pacar kita. Jadi, jangan menyerah buat cari pacar lagi.

Jadi Stalker
Si mantan sedang apa, ya? Eh, siapa itu cewek yang mention Twitter-nya? Ya, ampun baru putus mantan sudah dekat dengan cewek lain! Duh, ngaku pengin move on, tapi setiap malam kerjaannya cek timeline akun jejaring sosial mantan. Ini dia yang membuat kita jalan di tempat. Parahnya, ini membuat kita semakin terobsesi dengan si mantan. Stop it! Daripada menguntit si mantan, lebih baik kita lihat akun jejaring sosial milik seleb favorit atau gebetan baru.  Mungkin saja ada info-info baru yang bisa kita gali. Siapa tahu, bisa sekalian kenalan.

I Love You, But I Hate You

Di depan teman-teman, kita mengumbar kejelekan si mantan. Terus, dengan tegas kita bilang kalau benci dan nggak suka lagi sama dia. Sampai nulis perasaan kita ke mantan di status jejaring sosial. Hati-hati, bisa jadi itu bukan perasaan kita ke mantan, lho. Tindakan kita tadi justru menandakan kita masih cinta banget sama si mantan. Lebih baik, terima saja perasaan suka yang masih tersisa dan nggak perlu menyangkal. Yang namanya putus, pasti butuh proses. Dan, cara aman untuk menghadapinya adalah bersikap biasa saja dan apa adanya


http://www.gadis.co.id/gaul/cinta.melulu/5.penyebab.susah.move.on/001/005/389